Pentas Jalan Salib 2014

Pentas Jalan Salib untuk kedua kalinya diselenggarakan oleh Badan Pengurus Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang. Pentas yang diselenggarakan sebagai bentuk teriakan para pemuda GMIT kepada Tuhan untuk menyelamatkan mereka dan seluruh manusia melalui pengorbanan Kristus di kayu salib.

Demikian khotbah Pdt. Yohanes Ratu, S.Th dalam kebaktian pembukaan Pentas Jalan Salib. Khotbah didasarkan pada Injil Matius 21:1-11. Ia menyatakan bahwa teriakan orang banyak yang menyambut Yesus yang masuk ke Yerusalem haruslah menjadi teriakan pemuda GMIT di Klasis Kota Kupang. Teriakan untuk menyelamatkan dari kehidupan yang diwarnai dengan seks bebas, narkoba dan berbagai kejahatan lainnya. Pdt. Ratu mendorong pemuda agar Pentas Jalan Salib menjadi ajang berteriak memohon kepada Allah untuk menyelamatkan kota Kupang sekaligus teriakan bagi pelaku pelayanan, gereja dan masyarakat untuk menanggalkan kemewahan dan menjadi suara Kristus yang menyatakan penyelamatan bagi semua orang.

Kebaktian pembukaan diselingi dengan puji-pujian bersama para peserta Pentas Jalan Salib dan hadirin yang memadati Taman Nostalgia pada Kamis, 17 April 2014.

Roy Rumlaklak, Ketua Panitia Penyelenggaraan Pentas Jalan Salib, dalam laporannya mengatakan Pentas Jalan Salib dilakukan dalam rangka memaknai pengorbanan Kristus bagi manusia dan mempererat persekutuan pemuda GMIT.

Sementara Ketua Badan Pengurus Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang, Erenz Blegur mengatakan bahwa harapan yang mendorong diselenggarakannya Pentas Jalan Salib adalah agar dapat mengumpulkan semua pemuda gereja-gereja untuk melayani bersama dan memperkenalkan peristiwa pengorbanan Tuhan Yesus.

Hadir dalam rangkaian acara pembukaan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Bernadus Benuk. Ia menyatakan sangat terkesan pada Pentas Jalan Salib yang dilakukan oleh Pemuda GMIT karena penjiwaan para pemeran. Ia mengharapkan semangat militan dari pemuda untuk membuktikan bahwa pemuda masih takut Tuhan dan di Kupang masih ada Tuhan. Ke depan ia mengharapkan Pentas Jalan Salib menjadi ikon Kota Kupang, apalagi kekristenan di Indonesia yang masih bertahan persekutuannya adalah Kota Kupang sehingga menjadi incaran dari pihak yang tidak bertanggungjawab.

Pentas dibuka oleh Ketua Majelis Klasis Kota Kupang didampingi oleh seluruh panitia, Ketua dan Sekretars Badan Pengurus Pemuda, dan Pdt. Yohanes Ratu. Sebelum membuka kegiatan, Pdt. de Haan mengatakan bahwa pentas salib mesti menjadi kesaksian untuk disaksikan semua orang dan menjadi khotbah hidup. Sebagai tanda pembukaan Pdt. De Haan mengajak semua panitia dan BP menginjakkan kaki 3 kali ke lantai.

Rangkaian Pentas Jalan Salib yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Pemuda Klasis Kota Kupang ini diisi dengan kegiatan pentas liturgia mulai malam tanggal 17 April hingga pagi tanggal 18 April 2014. Dimulai dengan ibadah Pembukaan dan pentas pertama di Taman Nostalgia lalu mengikuti rute yang telah ditetapkan.

Rangkaian pementasan adalah sebagai berikut :

  • Taman Nostalgia : Yesus menyembuhkan penderita sakit ayan dan orang buta, khotbah di Bukit, Perjamuan Terakhir, Yesus berdoa di Taman Getsemani dan Yesus ditangkap.
  • GMIT Kota Baru Walikota : Para Imam Besar mengadakan permufakatan jahat dan membawa Yesus kepada Hanas
  • GMIT Talitakumi Pasir Panjang : Tuhan Yesus dihadapan Hanas, ditambar oleh penjaga dan diolok-olok dihadapan khalayak
  • GMIT Ebenhaezer Oeba : Tuhan Yesus diperhadapkan kepada Pilatus
  • GMIT Kota Kupang : Tuhan Yesus diperhadapkan kepada Herodes, dipakaikan jubah kebesaran dan diolok-olok
  • GMIT Koinonia Kuanino : Tuhan Yesus diperhadapkan kepada Pilatus, dicambuk, dipakaikan mahkota duri, Barabas dibebaskan, Yesus divonis hukuman mati, Yesus memikul salib.
  • Depan St. Yosep : Salib jatuh pertama kali namun Yesus dipaksa terus berjalan
  • GMIT Pniel Oebobo : Tuhan Yesus bertemu dengan Maria, ibu-Nya
  • GMIT Anugrah Eltari : Yesus bertemu Veronika yang membasuh wajah-Nya
  • Depan Gedung Bumi Putra Naikoten : Salib jatuh kedua kali, namun Yesus dipaksa terus berjalan
  • GMIT Paulus : Salib jatuh ketiga kali, namun Yesus dipaksa terus berjalan. Yesus tidak sanggup memikul salib-Nya, para prajurit menarik Simon Orang Kirene untuk dipaksa membantu Yesus
  • GMIT Imanuel Oepura : Di Bukit Tengkorak, Tuhan Yesus disalibkan bersama 2 orang penjahat, Yesus di kayu salib, Yesus mati, refleksi penyaliban, tubuh Yesus diturunkan, ibadah pemakaman sekaligus kebaktian Jumat Agung di Jemaat Imanuel Oepura.

Peserta pementasan terdiri atas keterwakilan pemuda-pemuda gabungan beberapa Jemaat GMIT di Klasis Kota Kupang untuk memerankan pementasan maupun Paduan Suara dan berbagai peran lainnya. Sementara sutradara dari rangkaian drama pementasan ini adalah Ketua BP Pemuda Klasis Kota Kupang, Erenz Blegur.

Tampak kekaguman dari para penonton yang memadati Taman Nostalgia maupun gereja-gereja yang menjadi tempat persinggahan pawai. Hal ini dikarenakan begitu baiknya peran yang dilakonkan oleh para pemain diselingi dengan Paduan Suara Gabungan. Pemeran Tuhan Yesus menghafal semua perkataan dan ajaran Tuhan Yesus dengan sangat baik dan penghayatan yang mampu membuat penonton larut dalam alur cerita.

Iring-iringan pentas diikuti oleh pemuda-pemudi gereja dari seluruh jemaat GMIT yang ada di Klasis Kota Kupang, ditambah dengan kelompok mahasiswa dan pemuda denominasi gereja lain. (Pdt. Leny Mansopu)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*