Diberkati untuk Menjadi Berkat bagi Orang Lain

Pemb. Alkitab  :  Ulangan 15 : 1 – 11                  

Pengkhotbah :  Pdt. Judith A. Nunuhitu-Folabessy,MSi

Bulan Juli dimaknai oleh Klasis Kota Kupang sebagai bulan Diakonia. Sepanjang bulan ini, Klasis Kota Kupang bermaksud membangun pemahaman dan aksi iman bersama terkait diakonia. Secara khusus di minggu ke 4 bulan Juli ini kita berkonsentrasi pada tema diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain. Gereja-gereja dalam Klasis Kota Kupang bertumbuh dan berkembang di tengah-tengah kondisi dan kehidupan masyarakat yang bergumul dengan kemiskinan. Pertanyaannya adalah apakah gereja-gereja di Kota Kupang besar ditengah-tengah jemaatnya yang miskin? ataukah gereja-gereja di Kota Kupang adalah gereja yang bersama jemaatnya yang miskin? ataukah kita adalah gereja yang bersar dari kemiskinan jemaatnya?
Dalam konsteks kehidupan kita saat ini, orang miskin dapat dikategorikan : pertama adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kehidupan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kedua miskin relatif. Miskin relatif yaitu harta benda yang dimiliki tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan standar kehidupan kota sehingga kemiskinan menjadi masalah sosial. Ketiga miskin hati yaitu orang yang mampu namun tak punya hati untuk memberi.
Bacaan kita menampilkan potret orang miskin adalah mereka yang tidak mampu membayar hutangnya, yaitu orang yang tidak dapat membayar hutang sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu : pada akhir tahun ketujuh. Tahun ketujuh yaitu tahun penghapusan hutang, adalah jangka waktu terakhir yang diberikan kepada umat yang berhutang, apakah mereka sanggup membayar hutang atau tidak. Penekanan dalam bacaan ini ketika yang berhutang adalah sesama dan saudara yang tidak mampu membayar selama waktu yang ditentukan. Dalam berbagai cara Allah mengungkapakan perhatian besar bagi orang miskin, kekurangan dan tertindas. Ia menjadi pelindung, penolong, pelepas dan pemelihara mereka.

Dalam bacaan ini ada 2 hal penting yang kita maknai :

  1. Sikap memberi adalah wujud mengasihi Tuhan dan sesama.
    Jangan pernah berpikir bawa ketika kita memberi karena kita berlebihan, tetapi karena Tuhan terlebih dahulu telah memberi yang terbaik bagi kita melalui pengorbanan Tuhan Yesus Krsitus untuk menebus dosa kita. Sebenarnya kita adalah orang yang tidak punya, orang miskin, namun kita diperkaya dalam Tuhan, kita menjadi “punya dalam Tuhan” sebab itu dalam memberi dibutuhkan kerenadahan hati dan kepekaan nurani.
  2. Tuhan memberkati kita agar kita menjadi berkat bagi sesama.
    Disini kita dituntut untuk menikmati berkat Tuhan dengan menyatakan kesetiaan padaNya lewat mengasihi sesama tanpa membedakan latar belakang kehidupan orang lain dan kesediaan untuk berbagi dengan mereka dengan cara memberi.Amin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*