Pendidikan Iman dalam Keluarga

Pemb. Alkitab  :  Ulangan 6 : 1 – 9

Kitab ulangan melanjutkan kisah umat Allah yang sudah dimulai dalam kitab Keluaran. Dipenghujung masa tugas nabi Musa, ketika umat Israel hampir sampai dipenghujung perjalanan dan memasuki tanah perjanjian nabi Musa mengumpulkan umat itu, dan sekali lagi mengajar mereka serta mengingatkan kembali sejarah panjang perjalanan mereka khususnya perjalanan mereka bersama Tuhan. Nabi Musa menegaskan, pertama bahwa apa yang dia ajarkan itu adalah ketetapan dan peraturan yang diberikan oleh Tuhan sendiri, dan mereka harus perhatikan dan melakukannya dengan setia. Kedua yang menjadi titik perhatian adalah mereka harus “mengajarkannya” kepada anak-anak mereka. Pengajaran itu harus dilakukan berulang-ulang, dengan cara membicarakan dimana saja dan kapan saja.
Ulagan 6 : 1-9 sering disebut sebagai “Syema Yitsrael” panggilan umat Israel untuk mendengar dan melakukan firman Tuhan. Ayat ini penting bagi kehidupan beriman umat Israel. Mereka melafalkan syema 3 x sehari, dan tidak ada penyembahan pada hari sabat di rumah ibadah tanpa melafalkannya. Syema ini merupakan pengakuan iman monoteisme Israel yang paling mendasar.

Kesimpulan :

  1. Warga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat, ada proes berinteraksi melalui perjumpaan nilai-nailai yang baik dan jahat karena itu tugas keluarga untuk mengingatkan anak-anak sangatlah penting agar tidak terpengaruh dengan perkembangan zaman yang tidak menyenangkan hati Tuhan.
  2. Peran keluarga sebagai gereja mini adalah menjaga sikap moral etik yang berlandaskan pengajaran iman kristiani yang baik, guna mebentengi keluarga terhadap pengaruh negatif yang dapat merusak moralitas keluarga.
  3. Komitmen menjadikan keluarga sebagai basis keluarga pendididikan guna menyamaikan ajaran Tuhan sejak dini bagi anaka-anak secara terus menerus supaya pada masa tuanya tidak menyimpang dari ajaran Tuhan.
  4. Fokus pendidikan keluaraga adalah menjadikan keluarga hidup mengasihi Tuhan dengan segenap hati jiwa dan dengan segenap kekuatan yang terwujud melalui ketaatan dan komitmen.

    Amin. **

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*