Artikel

Kamis Putih dan Sabtu Teduh

Kamis putih adalah hari perayaan perjamuan kudus dalam tradisi gereja protestan. Ini dilakukan mengingat pada hari ini, 2000 tahun yang lalu Yesus merayakan perjamuan dengan murid-murid sebelum Dia ke Getsemani untuk di tangkap.

Kamis putih adalah hari dimana orang-orang yang memperoleh siasat atau disiplin gereja diterima kembali atau memperoleh remisi. Penghapusan siasat itu ada yang diberikan secara menyeluruh ada juga yang sebagian saja.

Sejak hari kamis Putih semua lonceng gereja tidak dibunyikan. Di rumah – rumah tangga orang berusaha untuk tidak membunyikan musik. Semua teduh, segala sesuatu senyap. Lonceng gereja baru dibunyikan pada minggu pagi waktu paskah. Sukacita terdengar dimana-mana.

Pada hari jumat agung umat bersekutu untk ibadah peringatan kematian Yesus. Itulah masa paling hitam dalam perenungan kehidupan Kristen. Yesus bukan hanya mati dengan cara yang keji. Ia bahkan turun ke kerajaan maut untuk merebut kembali manusia dari cengkraman kematian.

Lonceng gereja juga tidak dibunyikan. Pada hari sabtu setelah Jumat Agung di kalangan gereja Katholik Roma diadakan misa. Umat diajak berjaga-jaga sebagai persiapan menyambut Paskah dihari berikutnya. Dalam ibadah sabtu malam itu dinyalakan lilin paskah sebagai simbol dari kebangkitan.

Dalam gereja Katholik Roma perayaan Paskah berlangsung delapan hari sejak kebangkitan Yesus. Pada hari Rabu dalam minggu paskah diselenggarakan ibadah Agnus Dei . ada medali dengan simbol anak domba dibagi-bagikan kepada umat untuk dibawa pulang sebagai tanda perlindungan terhadap penyakit dan malapetaka.

Paskah

Ini meriupakan perayaan paling penting dalam kalender orang Kristen juga kalender orang Yahudi. Bagi gereja paskah memperingati peristiwa kebangkitan Yesus dari kematian. Peristiwa ini dialami dan diimani sebagai dasar dan batu penjuru keberadaan gereja. Peristiwa ini juga dipahami sebagai permulaan babak baru dalam sejarah kehidupan ciptaan.

Bagi orang paskah (pasah) untuk memperingati peristiwa pembebasan nenek moyang mereka dari perbudakan di Mesir. Pada saat itu para leluhur mereka terlepas dari kungkungan Firaun dengan cara ajaib. Dari Mesir mereka mulai melakukan perjalanan ke kanaan , negeri perjanjian yang berlimpah susu dan madu.

Perayaan paskah orang kristen selalu jatuh pada hari minggu setelah bulan purnama di musim semi. Awal musim semi jatuh pada 21 maret. Jadi paskah dirayakan dalam hari-hari sesudah itu. Paskah orang Yahudi tidak selalu bertepatan dengan hari minggu. Ini dikarenakan paskah orang Yahudi selalu dirayakan pada hari ke-15 dalam bulan Nisan. Kebiasaan Kristen merayakan paskah pada hari minggu ditetapkan pada konsili Nicea tahun 325.

Dalam gereja Katholik Roma peringatan kebangkitan Yesus dirayakan dalam misa dan doa. Dalam tradisi protestan tekanan diberikan pada khotbah dan perjamuan kudus pada kamis putih.

Warna liturgis pada perayaan paskah bagi orang Kristen adalah putih simbol kebaikan dan kekudusan. Kebaikan karena pada itu Yesus memeperlihatkan kasihNYA yang tidak terselami. Salib dialtar-altar gereja katholik dikalungi kain putih. Para imam mengenakan stola dan jubah putih.

(sumber : buku tradisi perayaan minggu sengsara dan paskah umat kristen  ; oleh Pdt. DR. Eben Nuban Timo, 2006)

Share Postingan Ini...
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *