Berita

Jubilatio Choir meraih Silver Medal pada Bali International Choir Festival

Diposkan pada

Bali International Choir Festival (BICF) 2016, diselenggarakan mulai tanggal 25-31 July 2016 di Bali – Indonesia. BICF 2016 ini adalah salah satu kegiatan yang diinisiasi oleh Bandung Choral Society (BCS). Festival ini diikuti oleh Paduan Suara Pemuda GMIT KOTABARU, Jubilatio Choir dibawah Konduktor Bpk. Max Jacob Bolla. Jubilatio Choir telah berlatih kurang lebih 3 bulan untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti ajang festival ini. Jubilatio Choir terdiri dari pemuda-pemudi jemaat GMIT Kotabaru dibawah ketua Paduan Suara Pemuda, Dwi Lapik.

Paduan Suara Jubilatio dalam beberapa bulan yang lalu mengadakan bazar untuk mendukung secara finansial dalam mengikuti festival ini. Selain itu mereka juga didukung oleh orang tua pemuda, jemaat dan gereja GMIT Kotabaru. Kamis 28 Juli 2016 rombongan Paduan Suara Jubilatio menuju Bali. Dalam BICF 2016 ini Jubilatio Choir dijadwalkan mengikuti Choir Competition part-2 dalam kategori Mixed Choir Category Jumat 29 Juli 2016. Award Ceremony dilaksanakan tanggal 31 Juli 2016.

Pada Bali International Choir Festival (BICF) 2016, dengan kategori Mixed Choir Category, Jubilatio Choir berhasil memenangkan Silver Medal, dengan score 23,67. Juara pertama dengan Gold Medal dan score 31.58 dimenangkan oleh Kakaskasen Maranatha Youth Choir dari Tomohon – Sulawesi Utara.

Hadiah berupa Piagam dan Medali diserahkan ke GMIT Kotabaru, pada Kebaktian Minggu tanggal 7 Agustus 2016. Penyerahan Piagam dan Medali diserahkan oleh Ketua Paduan Suara Jubilatio, Dwi Lapik dan diterima oleh IbuPdt. Judith Nunuhitu-Folabessy, MSi. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan dan doa oleh seluruh Jemaat GMIT Kotabaru. “Ucapan Selamat, Sukses dan Teruslah Melayani dalam Lagu-Lagu Paduan Suara untuk kemuliaan Nama Tuhan” disampaikan oleh Ibu Pdt Judith Nunuhitu kepada Jubilatio Choir dan Bpk. Max Jacob Bolla sebagai pelatih dan konduktor Jubilatio Choir.

Share Postingan Ini...
  •  
Berita

KONAS PEREMPUAN PGI 2016 DIBUKA DENGAN RESMI OLEH WAKIL GUBERNUR NTT

Diposkan pada

Selasa 21 JUNI 2016, Pukul 16.00 dilaksanakan Ibadah Pembukaan KONAS PEREMPUAN PGI 2016 ketiga di GMIT KOTABARU. Ibadah pembukaan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT – Drs. Benny Alexander Litelnoni, SH, M.Si, Ketua Sinode GMIT- Pdt. Dr. Mery L.Y Kolimon. Wakil Sekretaris Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia – Pdt Kriske Gosal, Ketua Sinode Gereja Protestan di Indonesia – Pdt. Liesye Sumampouw , Ketua Panitia KONAS – Pdt Roos Foenay Sereh, STh, dan beberapa pendeta dari Gereja-Gereja di sekitaran Kota Kupang, juga kurang lebih 300 peserta Konas.

Ibadat Pembukaan KONAS ini dipimpin oleh Pdt. Liesye Sumampouw dan Pdt Dessy Liu Tatengkeng, S.Si, MA. Prosesi awal ibadat diiringi dengan tari-tarian daerah Rote oleh Pemuda-Pemudi GMIT KOTABARU dengan nyanyian Ama Amnau To (TUHAN PENGASIH – PENYAYANG).

Dalam ibadat pembukaan ini untuk PENGAKUAN DOSA diselingi dengan fragmen singkat tentang kejatuhan manusia dalam dosa. Sebelum Pembacaan dan Pemberitaan Firman/Khotbah ditampilkan KARYA PEREMPUAN dalam BALUTAN BUDAYA NTT. Diiringi oleh penari-penari oleh Pemuda-Pemudi GMIT KOTABARU sambil membawakan kain-kain tenunan khas NTT diiringi instrumen sasando.

Ibadat selesai pada pukul 18.00. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi kegiatan KONAS PEREMPUAN PGI 2016 ini oleh Wakil Gubernur NTT – Drs. Benny Alexander Litelnoni, SH, M.Si.

Share Postingan Ini...
  •  
Berita

KONFERENSI PERS – KONAS PEREMPUAN PGI

Diposkan pada

Kegiatan KONAS PEREMPUAN PGI ini dilaksanakan hari Senin, 20 JUNI 2016 sehari sebelum pembukaan KONAS pada pukul 17.30 di Ruang Ibadat GMIT KOTA BARU. Konferensi Pers ini dihadiri oleh Wakil Sekretaris Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia – Pdt. Kriske Gosal, Ketua Sinode Gereja Protestan di Indonesia – Pdt. Liesye Sumampouw , Ketua Sinode GMIT – Pdt. Dr. Mery L.Y Kolimon, Ketua Panitia KONAS – Pdt Roos Foenay-Sereh bersama beberapa Panitia Pusat dari PGI. Dalam Koferensi Pers ini dibahas tentang Latar Belakang Konas Perempuan PGI, dimana KONAS PEREMPUAN PGI 2016 ini adalah Konas ketiga yang diselenggarakan, dan merupakan pertama kalinya diselenggarakan di lingkungan GMIT.

Dijelaskan oleh Wakil Sekretaris Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia – Pdt. Kriske Gosal dan Ketua Sinode Gereja Protestan di Indonesia – Pdt. Liesye Sumampouw bahwa Kegiatan KONAS ini dibawah tema : TUHAN MENGANGKAT KITA DARI SAMUDERA RAYA (Mzm 71 : 20b). Dengan Subtema : Perempuan Gereja Mewujudkan HAM dan Keadilan bagi sesama dan perempuan pekerja. Oleh karena itu garis besar pembahasan dalam kegiatan KONAS yang akan dilaksanakan mulai 21 Juni 2016 s/d 25 Juni 2016 ini adalah tentang BURUH MIGRAN. Mengangkat pembahasan tentang pekerja-pekerja perempuan, kesuksesan yang diraih, maupun kekerasan-kekerasan terhadap mereka.

Mengapa memilih GMIT sebagai tuan rumah kali ini? Dijelaskan oleh Ketua Sinode GMIT – Pdt. Dr. Mery L.Y Kolimon, bahwa di Nusa Tenggara Timur masih sangat tinggi jumlah kekerasan terhadap perempuan, beberapa terpublikasikan oleh media namun di daerah-daerah masih sangat banyak yang tidak diketahui oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu maka GMIT dipilih sebagai tuan rumah juga sebagai salah satu sample pembahasan yang akan dibahas pada kegiatan KONAS ini.

Disampaikan oleh Ketua Panitia KONAS – Pdt. Roos Foenay-Sereh S.Th bahwa GMIT KOTA BARU telah mempersiapkan penginapan untuk kurang lebih 300 peserta dari PGI. Para peserta KONAS ini, beberapa akan ditempatkan di penginapan/hotel dan beberapa di rumah-rumah jemaat GMIT KOTA BARU dan Gereja-Gereja GMIT di sekitaran Kota Kupang. Untuk konsumsi atau makan-minum peserta selain disiapkan oleh tempat penginapan masing-masing, GMIT KOTA BARU juga mempersiapkan makan-minum bersama di GMIT KOTA BARU. Persiapan Panitia dari GMIT KOTA BARU ini dipersiapkan selama satu bulan penuh, yakni bulan Mei 2016. Karena persiapan yang mendadak ini maka Ketua Panitia pun menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan-kekurangan yang ada. Diharapkan segala kekurangan dan kelebihan adalah milik kita bersama, dan bersama-sama kita memperbaikinya untuk kebaikan bersama pula.

Pada hari ini, 21 Juni 2016, rombongan peserta akan datang ke Kota Kupang, Nusa Tenggara TImur. Panitia akan mempersiapkan transportasi untuk mengantar para peserta menuju GMIT KOTA BARU dan ke tempat penginapan masing-masing.

Pukul 11.00 s/d 12.30, para peserta akan mendaftar atau melakukan registrasi untuk didata agar dapat diketahui pasti oleh Panitia berapa jumlah peserta yang akan mengikuti kegiatan KONAS ini.

Share Postingan Ini...
  •  
Berita

Konsultasi Nasional (KONAS) Perempuan PGI

Diposkan pada

Saat ini GMIT KOTABARU, Kupang-Nusa Tenggara Timur sedang mempersiapkan diri untuk acara  KONSULTASI NASIONAL (KONAS) PEREMPUAN PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA di INDONESIA (PGI). Acara KONAS ini akan diselenggarakan pada tanggal 21 Juni sampai dengan tanggal 25 Juni 2016. GMIT KOTABARU dipilih sebagai tuan rumah untuk acara KONSULTASI NASIONAL (KONAS) PEREMPUAN PGI ini. Acara ini akan diikuti oleh peserta dari PGI dan GPI sebanyak 250 orang, utusan klasis GMIT sebanyak 46 orang, dan 24 orang pandu sidang dari PGI. Kurang lebih 250 Peserta dari PGI, akan menempati rumah-rumah jemaat GMIT KOTABARU untuk mengikuti acara KONAS ini.

Pembukaan Acara KONAS PEREMPUAN PGI ini akan dilaksanakan di Gedung Kebaktian GMIT KOTABARU pada hari Selasa 21 Juni 2016, Pukul 16.00 s/d selesai. Pada hari Rabu 22 Juni 2016, akan diadakan Sesi 1 KONAS dengan materi : “Buruh Migram (BM) : Kebijakan, Regulasi dan Advokasi”. Sesi 2 dengan materi : “Perdagangan Manusia : Realitas, Penanggulangannya”. Sesi 3 dengan materi : “Perdagangan Manusia : Realitas Masalah dan Penanggulanngannya”. Kemudian diakhiri dengan Sharing Regional.

Pada Hari Kamis 23 Juni 2016, Acara KONAS ini akan dimulai dengan Materi Sesi 1  : “Kemiskinan, Lingkungan Hidup dan HAM”. Pada Sesi 2 : Bedah Buku – “Perempuan -Perempuan di Garis Terdepan”. Selanjutnya acara dilanjutkan pada studi lapangan melihat lokasi-lokasi pembuatan kain tenun di Kota Kupang, Pusat Advokasi, dan tempat-tempat Pemberdayaan Perempuan di Kota Kupang dan sekitarnya. Acara hari kamis ini akan diakhiri dengan Sharing Mitra.

Pada Hari Jumat 24 Juni 2016, Acara KONAS ini akan dimulai dengan Materi Sesi 1 : “Strategi Pemberdayaan Perempuan”, dilanjutkan dengan Sharing Kelompok, Pendalaman Issu dan Diskusi Kelompok. Dan diakhir dengan Malam Budaya di halaman GMT KOTABARU.

Pada hari Sabtu 25 Juni 2016, Persentasi Hasil Diskusi Kelompok, Pleno Akhir dan kemudian diakhiri dengan Penutupan KONAS PEREMPUAN PGI pada pukul 16.00 s/d selesai.

Share Postingan Ini...
  •  
Berita

Pentas Jalan Salib 2014

Diposkan pada

Pentas Jalan Salib untuk kedua kalinya diselenggarakan oleh Badan Pengurus Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang. Pentas yang diselenggarakan sebagai bentuk teriakan para pemuda GMIT kepada Tuhan untuk menyelamatkan mereka dan seluruh manusia melalui pengorbanan Kristus di kayu salib.

Demikian khotbah Pdt. Yohanes Ratu, S.Th dalam kebaktian pembukaan Pentas Jalan Salib. Khotbah didasarkan pada Injil Matius 21:1-11. Ia menyatakan bahwa teriakan orang banyak yang menyambut Yesus yang masuk ke Yerusalem haruslah menjadi teriakan pemuda GMIT di Klasis Kota Kupang. Teriakan untuk menyelamatkan dari kehidupan yang diwarnai dengan seks bebas, narkoba dan berbagai kejahatan lainnya. Pdt. Ratu mendorong pemuda agar Pentas Jalan Salib menjadi ajang berteriak memohon kepada Allah untuk menyelamatkan kota Kupang sekaligus teriakan bagi pelaku pelayanan, gereja dan masyarakat untuk menanggalkan kemewahan dan menjadi suara Kristus yang menyatakan penyelamatan bagi semua orang.

Kebaktian pembukaan diselingi dengan puji-pujian bersama para peserta Pentas Jalan Salib dan hadirin yang memadati Taman Nostalgia pada Kamis, 17 April 2014.

Roy Rumlaklak, Ketua Panitia Penyelenggaraan Pentas Jalan Salib, dalam laporannya mengatakan Pentas Jalan Salib dilakukan dalam rangka memaknai pengorbanan Kristus bagi manusia dan mempererat persekutuan pemuda GMIT.

Sementara Ketua Badan Pengurus Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang, Erenz Blegur mengatakan bahwa harapan yang mendorong diselenggarakannya Pentas Jalan Salib adalah agar dapat mengumpulkan semua pemuda gereja-gereja untuk melayani bersama dan memperkenalkan peristiwa pengorbanan Tuhan Yesus.

Hadir dalam rangkaian acara pembukaan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Bernadus Benuk. Ia menyatakan sangat terkesan pada Pentas Jalan Salib yang dilakukan oleh Pemuda GMIT karena penjiwaan para pemeran. Ia mengharapkan semangat militan dari pemuda untuk membuktikan bahwa pemuda masih takut Tuhan dan di Kupang masih ada Tuhan. Ke depan ia mengharapkan Pentas Jalan Salib menjadi ikon Kota Kupang, apalagi kekristenan di Indonesia yang masih bertahan persekutuannya adalah Kota Kupang sehingga menjadi incaran dari pihak yang tidak bertanggungjawab.

Pentas dibuka oleh Ketua Majelis Klasis Kota Kupang didampingi oleh seluruh panitia, Ketua dan Sekretars Badan Pengurus Pemuda, dan Pdt. Yohanes Ratu. Sebelum membuka kegiatan, Pdt. de Haan mengatakan bahwa pentas salib mesti menjadi kesaksian untuk disaksikan semua orang dan menjadi khotbah hidup. Sebagai tanda pembukaan Pdt. De Haan mengajak semua panitia dan BP menginjakkan kaki 3 kali ke lantai.

Rangkaian Pentas Jalan Salib yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Pemuda Klasis Kota Kupang ini diisi dengan kegiatan pentas liturgia mulai malam tanggal 17 April hingga pagi tanggal 18 April 2014. Dimulai dengan ibadah Pembukaan dan pentas pertama di Taman Nostalgia lalu mengikuti rute yang telah ditetapkan.

Rangkaian pementasan adalah sebagai berikut :

  • Taman Nostalgia : Yesus menyembuhkan penderita sakit ayan dan orang buta, khotbah di Bukit, Perjamuan Terakhir, Yesus berdoa di Taman Getsemani dan Yesus ditangkap.
  • GMIT Kota Baru Walikota : Para Imam Besar mengadakan permufakatan jahat dan membawa Yesus kepada Hanas
  • GMIT Talitakumi Pasir Panjang : Tuhan Yesus dihadapan Hanas, ditambar oleh penjaga dan diolok-olok dihadapan khalayak
  • GMIT Ebenhaezer Oeba : Tuhan Yesus diperhadapkan kepada Pilatus
  • GMIT Kota Kupang : Tuhan Yesus diperhadapkan kepada Herodes, dipakaikan jubah kebesaran dan diolok-olok
  • GMIT Koinonia Kuanino : Tuhan Yesus diperhadapkan kepada Pilatus, dicambuk, dipakaikan mahkota duri, Barabas dibebaskan, Yesus divonis hukuman mati, Yesus memikul salib.
  • Depan St. Yosep : Salib jatuh pertama kali namun Yesus dipaksa terus berjalan
  • GMIT Pniel Oebobo : Tuhan Yesus bertemu dengan Maria, ibu-Nya
  • GMIT Anugrah Eltari : Yesus bertemu Veronika yang membasuh wajah-Nya
  • Depan Gedung Bumi Putra Naikoten : Salib jatuh kedua kali, namun Yesus dipaksa terus berjalan
  • GMIT Paulus : Salib jatuh ketiga kali, namun Yesus dipaksa terus berjalan. Yesus tidak sanggup memikul salib-Nya, para prajurit menarik Simon Orang Kirene untuk dipaksa membantu Yesus
  • GMIT Imanuel Oepura : Di Bukit Tengkorak, Tuhan Yesus disalibkan bersama 2 orang penjahat, Yesus di kayu salib, Yesus mati, refleksi penyaliban, tubuh Yesus diturunkan, ibadah pemakaman sekaligus kebaktian Jumat Agung di Jemaat Imanuel Oepura.

Peserta pementasan terdiri atas keterwakilan pemuda-pemuda gabungan beberapa Jemaat GMIT di Klasis Kota Kupang untuk memerankan pementasan maupun Paduan Suara dan berbagai peran lainnya. Sementara sutradara dari rangkaian drama pementasan ini adalah Ketua BP Pemuda Klasis Kota Kupang, Erenz Blegur.

Tampak kekaguman dari para penonton yang memadati Taman Nostalgia maupun gereja-gereja yang menjadi tempat persinggahan pawai. Hal ini dikarenakan begitu baiknya peran yang dilakonkan oleh para pemain diselingi dengan Paduan Suara Gabungan. Pemeran Tuhan Yesus menghafal semua perkataan dan ajaran Tuhan Yesus dengan sangat baik dan penghayatan yang mampu membuat penonton larut dalam alur cerita.

Iring-iringan pentas diikuti oleh pemuda-pemudi gereja dari seluruh jemaat GMIT yang ada di Klasis Kota Kupang, ditambah dengan kelompok mahasiswa dan pemuda denominasi gereja lain. (Pdt. Leny Mansopu)

Share Postingan Ini...
  •  
Berita

Menjadi Garam di Kupang Kota Kasih

Diposkan pada

Kupang Kota Kasih (Kupang, Aman, Sehat, Indah Harmonis), itulah ikon Kota Kupang. Mayoritas penduduk Kota Kupang adalah warga Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). GMIT adalah salah satu gereja yang tergabung dalam Gereja Protestan di Indonesia (GPI) berdiri pada tahun 1947.

Pada tanggal 10-11 Juli 2012, tim dari Institut Leimena (Matius Ho, Budi H. Setiamarga dan Santhy Chamdra) mengadakan Pendidikan Warga ke-35 bekerjasama dengan Sinode GMIT Kupang. Kegiatan ini berlangsung di gereja GMIT Jemaat Kota Baru, Kupang

Peserta yang hadir 70 orang. Mereka  merupakan utusan dari tiga belas gereja yang ada dalam lingkup Klasis Kota Kupang yaitu GMIT Anugerah Naikoten, GMIT Syalom Airnona, GMIT Imanuel Batukadera, GMIT Kemah Ibadat Airnona, GMIT Kota Baru, GMIT Kota Kupang, GMIT Eden Kisbaki, GMIT Pohonitas Manualai II, GMIT Pniel Oebobo, GMIT Ora Et Labora Oesapa, GMIT Koinonia, Kuanino, GMIT Kefas Oetete, dan GMIT Bait El Nunhila. Banyak diantara mereka adalah para Pendeta, majelis jemaat dan aktifis pemuda GMIT.

Dalam Pendidikan Warga ini juga ditandatangani Perjanjian Kerjasama Pelaksanaan Diskusi Warga antara Sinode GMIT dan Institut Leimena. Penandatangan dari pihak sinode GMIT adalah wakil ketua Sinode GMIT Pdt Welmince Kameli Maleng, M.Th. yang mewakili ketua Sinode, Pdt Robert Litelnoni, S.Th.

Pendidikan Warga yang berlangsung selama 2 hari ini dibuka dan ditutup oleh ketua klasis Kota Kupang Pdt. Yance F. Nayoan, S.Th. Pendidikan Warga ini diakhiri dengan sebuah kesepakatan untuk rencana tindak lanjut yaitu masing-masing peserta diharapkan membuat kelompok Diskusi Warga di komunitas gereja masing-masing sehingga bisa menggarami Kupang Kota Kasih.

Beberapa kutipan komentar peserta:

Membuka wawasan dan cakrawala berpikir saya tentang menjadi seorang nasionalis sekaligus seorang Kristen sejati yang mampu menggarami dunia ini, khususnya NKRI tercinta. (Elina Welmiria Otu, Fakultas Teologia UKAW Kupang).

Acara ini membuka pikiran saya bahwa saya adalah warga Negara yang turut bertanggungjawab atas kemakmuran Negara ini. Sebagai orang Kristen kita juga diajarkan untuk menjaga kesejahteraan kota dimana kita tinggal. Untuk itu perlu ada aksi yang dimulai dari dalam diri sendiri dan di dalam kelompok yang kecil. Terima kasih melalui acara ini membangkitkan rasa kepedulian dan memiliki Negara ini (Ninda Zusanti Christiana, GMIT Kota Baru).

Acara ini bermanfaat mencerahkan pikiran saya untuk ikut serta mengatur kehidupan bersama sebagai warga Negara Indonesia (Mariana Lerik, GMIT Kota Baru Kupang).

Menambah pengetahuan dan wawasan bergereja dan berbangsa, memperjelas peran, tugas dan tanggungjawab sebagai warga, memberi harapan untuk suatu kemungkinan perubahan. (Pdt. Hengky Malelak, GMIT Paulus Kupang). (SC)

Share Postingan Ini...
  •