Ringkasan Khotbah

Menanti dalam Hikmat

MENANTI DALAM HIKMAT

Matius 25:1-13

Oleh: Pdt. Judith Nunuhitu-Folabessy, M.Si

 

Penginjil Matius memulai perikop ini dengan sebuah pernyataan “pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama…” hal ini ingin menjelaskan bahwa perikop ini adalah salah satu perumpamaan tentang kerajaan sorga.  Ada 2 sikap yang ditunjukkan tentang hal itu, yaitu sikap gadis-gadis yang bijaksana dan sikap gadis-gadis yang bodoh dalam menyongsong mempelai laki-laki.

Mereka bersama-sama dalam proses ini, tetapi gadis-gadis bodoh hanya membawa pelita dan tidak membawa minyak sedangkan gadis-gadis bijaksana membawa pelita beserta minyak dalam buli-buli mereka.

Ternyata menantikan sang mempelai butuh waktu yang cukup lama sehingga mengantuklah mereka dan tertidur. Pada waktu tengah malam barulah terdengar suara : mempelai datang! Songsonglah Dia! Merekapun terbangun dan bersiap-siap. Tetapi minyak gadis-gadis bodoh habis sehingga mereka harus membelinya dan akhirnya mereka tidak bisa masuk dalam ruang jamuan kawin karna pintu telah ditutup saat mereka kembali. Mere ka coba mengetuk tapi sang tuan berkata; Aku tidak mengenal engkau.  Sedangkan gading-gadis bijaksana menikmati perta jamuan kawin yang sudah mereka tunggu-tunggu.

Perumpamaan ini ingin menolong kita untuk mengambil sikap dalam masa penantian akan ang mempelai yang akan menyambut kita dalam jamuan kawin kelak. Sikap kita hari ini akan menentukan apakah kita akan masuk dalam jamuan itu atau tidak.

Oleh akrena itu kita perlu belajar beberapa fakta tentang hari kedatangan Tuhan;

  1. Waktu itu akan tiba tapi Kita tidak pernah tahu kapan waktu itu tiba, bahkan hari maupun masanyapun tidak (13b). Untuk sesuatu yang pasti dalam waktu yang tidak kita tahu maka sikap kita hanyalah berjaga-jaga.
  2. Menanti kedatangan Tuhan bisa membuat minyak kita habis dan pelita kita mati. Kalau demikian yang bisa kita buat selama masa penantian ini adalah bijaksana mengelolah hidup. Pelita kita harus menyala. Kita harus menjaga apinya. Karna itu pastikan minyak harus tetap ada. Kalau ada sumbu yang kotor, guntinglah segera. Sehingga api dalam pelita akan tetap menyala.
  3. Waktu itu datang begitu cepat. Persiapan hanya dilakukan sebelum waktu itu. Ketika tiba waktunya, kita hanya tinggal menyambut sang mempelai dan masuk dalam perjamuan itu. Kalau demikian jangan sia-siakan waktu yang terbatas ini. Pakai waktu anugerah Tuhan sebaik mungkin sehingga saat itu Ia akan berkata : masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuanmu.

 

Tuhan Memberkati…!!!

SELAMAT MENGHAYATI MINGGU-MINGGU ADVENTUS &

SELAMAT MENYIAPKAN HATI MENYAMBUT YESUS

Share Postingan Ini...
  •